Hasil Survei Hidup Di Jakarta Itu Mahal

hidup di jakarta mahal
Jakarta, kota terbesar di Indonesia menyimpan harapan dan keinginan dari putra-putra daerah untuk merantau ke kota ini. Bisa sukses dan mendapat banyak rupiah menjadi daya tarik tersendiri bagi Jakarta. Padahal di Jakarta sudah padat dan di beberapa sudut kota bahkan ada lingkungan kumuh, namun kota ini tetap memiliki magnet yang bisa menarik orang untuk datang. Hidup di Jakarta mahal, seperti apa mahalnya? 

Baru-baru ini sebuah lembaga survei yaitu lpsos Business Consulting, lembaga yang didirikan di Perancis, melakukan survei pada tanggal 21 Februari 2014. Survei tersebut bertujuan untuk mengetahui standar biaya hidup warga kota Jakarta dibandingkan dengan kota-kota lain di dunia seperti Hongkong (China), New York (USA), London (Inggris), Bangkok (Thailand), Mumbai (India), Tokyo (Jepang) dan Paris (Perancis) serta Sydney (Australia). Jika melihat data kota yang dibandingkan, memang berasal dari seluruh benua terkecuali Afrika, namun rata-rata adalah negara maju. Namun sepertinya ada keunikan dari survei yang dilakukan, mari kita simak.

Survei tersebut dilakukan dengan membandingkan harga-harga barang ataupun jasa yang bersifat konsumtif namun cenderung dibutuhkan seperti makanan, secangkir kopi, bioskop, handphone, pakaian, fitnes, penginapan di hotel dan fasilitas internet.

Untuk makanan, sebagai acuan harga adalah harga dua potong dada dari restoran cepat saji KFC dan harga yang diambil tidak memasukan biaya tambahan lain seperti minuman dan biaya antar. Satu cangkir hot cappucino grande dari strarbucks dijadikan acuan harga secangkir kopi. Begiut juga dengan bioskop diperoleh dari pemilik jaringan utama bioskop di setiap kota. Harga tiket bioskop diambil pada pemutaran film di hari sabtu malam. Satu buah Samsung Galaxy S4 dijadikan patokan dalam membandingkan harga handphone. Pakaian wanita merk zara dengan produknya long sleeve shirt menjadi acuan dalam membandingkan harga pakaian. Untuk hotel mengacu pada hotel berbintang yaitu Hotel Fourseason. Harga paket internet broadband terbaik perbulan dijadikan ucuan dalam membandingkan harga dengan kota-kota lain di dunia.

Hasil Survei
Hasil yang cukup mengejutkan dari survei yang telah dilakukan oleh lepsos Business Consulting pada survei di Jakarta. Survei tersebut menemukan bahwa standar biaya hidup di Jakarta saat ini cenderung lebih mahal jika dibandingkan dengan kota-kota lain di dunia. Misal saja harga secangkir Hot Cappucino Grande Starbucks di Jakarta berharga 2.88 dollar (Rp 34.000) sementara di Hongkong berharga 4.38 dollar. Terlihat lebih murah memang, namun jika dibandingkan penghasilan rata-rata penduduk masing-masing kota didapati jika di Jakarta minum secangkir kopi di Starbucks akan menghabiskan 1.12 persen gaji perbulan, sementara di Hongkong hanya menghabiskan 0.28 persen gaji perbulan. Jika melihat data rata gaji di Jakarta adalah 258 dollar AS/ bulan sementara di Hongkong 1.545 dollar AS/bulan.

Untuk bioskop untuk tarif menonton pada hari sabtu malam di Jakarta adalah 4.24 dollar AS (Rp 50.000) sedangkan di New York 14.50 dollar. Lebih murah di Jakarta, namun jika melihat gaji rata-rata penduduk New York yang perbulan rata-rata 3.263 dollar AS tentu menonton bioskop di Jakarta cenderung lebih mahal jika dibanding di New York.

Dan untuk fasilitas internet paket broadband terbaik di Jakarta dengan kecepatan 100 Mbps dihargai perbulan sebesar 252.46 dollar AS, masih terlalu mahal jika dibandingkan dengan di Hongkong dengan kecepatan 10 kali lipatnya (1000 Mbps) paket broadband perbulan dihargai sebesarn 77.06 dollar AS.

Gimana masih mau tinggal di Jakarta?

Tidak usah khawatir, jika melihat dari produk-produk yang dijadikan acuan survei, produk tersebut adalah produk yang umumnya dikonsumsi oleh golongan masyarakat tingkat atas. Dan produk-produk lain yang masih terjangkau tentu saja banyak. Dan perlu diingat mahal tidaknya suatu barang adalah relatif bagi setiap orang.

0 Response to "Hasil Survei Hidup Di Jakarta Itu Mahal "

Post a Comment