Arti Bulan Ramadhan

Hari Kamis kemarin (12/7/13) kebetulan di masjid tempat saya bekerja ada tausyiah ba'da sholat dzuhur yang di isi oleh Al Mukarom K.H. Didin Hafifudin. Sangat menarik sekali untuk disimak walaupun ga membawa catatan tapi beberapa poin dari yang beliau sampaikan dapat saya inget. Daripada hilang tak bermakna lebih baik saya catat di blog ini saja biar bisa berbagi dengan pembaca.
Arti Bulan Ramadhan menurut beliau ada lima

1. Syahrul Mubarok.
Dikatakan sebagai syahrul mubarok, karena pada bulan Ramadhan Alloh benar-benar secara sporadis menyebarkan berkahnya. Dalam kehidupan tentu saja yang diharapkan adalah berkahnya. Seperti halnya doa ketika seseorang menikah yang berbunyi BARAKALLAH LAKA WA BARAKA 'ALAIKA WA JAMA'A BAINAKUMA FIL KHAIR "Semoga Allah memberkahimu dalam suka dan duka" atau "semoga Allah memberi berkah kepadamu dan keberkahan atas pernikahan kamu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan". Dan seperti cita-cita negara indonesia menjadi negara yang makmur sejahtera. Bukan makmur yang lebih penting namun berkahnya yang lebih penting, karena di dalam keberkahan ada kemakmuran.

2.  Syahrul Qur'an
Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Quran. Al Quran yang terdiri dari 114 surat, 30 juz 6666 ayat sebagaian besar ulama menyatakan bahwa lebih dari separuh Al Quran diturunkan dibulan Ramadhan bahkan ada yang mengatakan sampai 60% dari seluruh surat pada Al Quran. Nabi Muhammad SAW melakukan tadarrus beberapa bulan sebelum wafatnya Beliau dengan disimak oleh malaikat jibril. Dan sangat dianjurkan pada bulan ini dibanyak tadarrus Al Quran. Tadarrus bukan berarti juga masing-masing membaca sendiri-sendiri, namun lebih dianjurkan lagi salah satu membaca Al Quran yang lainnya menyimak bacaannya. Mendengarkan apakah ada salah atau tidak dalam bacaannya.

3. Syahrul Jamaah
Pada bulan Ramadhan ini sangat indah sekali karena berbagai ibadah dilakukan secara jamaah. Mulai dari sholat fardhu baik itu dzuhur, ashar, maghrib, isya, hingga subuh. Semua berlomba-lomba untuk ikut jamaah dan masjid pun penuh sesak. Dan ibadah sunah pun demikian tarawih, sodaqoh, infaq dan yang paling populer adalah buka bersama. Buka bersama sudah dilakukan sejak zaman Nabi. Dahulu buka bersama dilakukan di masjid Nabawi. Hingga sekarang pun di masjid Nabawi masih ada kegiatan buka bersama setiap waktu buka tiba.

4. Bulannya Waktu-Waktu Yang Mulia
Ada dua waktu yang paling mulia menurut K.H. Didin Hafidudin. Pertama adalah waktu sahur. Karena pada waktu ini Alloh benar-benar turun ke langit dunia dan mengabulkan setiap doa hambanya dan mengampuni setiap permohonan ampun hambanya. Yang kedua adalah waktu sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan dimana dalam beberapa hadist adalah waktu datangnya malam lailatul qodar. Dimana malam lailatul Qodar adalah malam seribu bulan yang artinya malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Dan untuk umat nabi-nabi yang lain tidak mendapatkan malam seperti itu. Sungguh beruntung kita sebagai umat Nabi Muhammad. Namun ada pemandangan yang memprihatinkan, justru di 10 hari terakhir bulan Ramadhan masjid-masjid mulai kosong karena kesibukan orang-orang untuk mempersiapkan lebaran.

5. Syahrul Infaq dan Zakat
Zakat yang wajib dan hanya dilakukan di bulan ramadhan adalah zakat fitrah. Tidak setiap hari/ bulan dalam satu tahun umat muslim berzakat. Namun pada bulan Ramadhan ini semua umat muslim baik orang tua, kakek, nenek, anak kecil, bayi baru lahir pun wajib untuk berzakat fitrah. Hal ini sebagai bentuk kepedulian Islam terhadap solidaritas dan sosial. Orang yang melakukan zakat tidak akan berkurang hartanya bahkan akan bertambah. Karena arti dari zakat sendiri adalah bertambah atau berkembang. Sehingga untuk melakukan zakat-zakat tidak perlu ditunda-tunda jika ada keinginan langsung saja menghubungi amil zakat terdekat dan bayarlah zakat. Zakat tidak boleh diberikan kepada orang tua, istri atau anak. Tapi harus diberikan melalui amil zakat.

Demikian kurang lebih yang saya dapatkan dari pengajian kemarin.. Selamat menjalankan ibadah puasa.

0 Response to "Arti Bulan Ramadhan"

Post a Comment