Penyebab Macet di Jakarta

Penyebab Macet di Jakarta
Penduduk Jakarta, sudah sangat paham dengan keadaan Jakarta yang selalu berhias dengan kemacetan. Tiada hari tanpa macet, dan jika tidak macet bukan Jakarta namanya. Tampaknya Jakarta memang sudah punya citra tersendiri di hati penduduknya. 
Jakarta sebagai kota metropolitan, sudah menjadi jantung dan urat nadi negara Indonesia sejak pertama kali negara ini didirikan. Tidak heran memang, pembangunan gedung pencakar langit yang difungsikan untuk perkantoran, mall juga pembangunan jalan, tempat hiburan dan lain-lain seakan tidak pernah berhenti dilakukan. Lihat saja, setiap lewat di suatu jalan, ada saja proyek-proyek yang sedang dikerjakan.
Namun untuk mengatasi kemacetan, mungkin hanya sekedar slogan atau hanya sekedar janji-janji politik pada saat pilkada berlangsung. Atau itu adalah sebuah kesempatan dalam kesempitan, dengan janji itu orang akan terbuai. 
Sampai saat ini Jakarta masih selalu macet, bukan tanpa solusi sebenarnya namun perlu usaha dan tindakan serta ketegasan disertai dengan kebijakan yang adil.
Ada beberapa sebab Jakarta selalu macet:
1. Jalanan Sempit dan Kendaraan Banyak  
Luas jalan yang terbatas dibanding peningkatan populasi kendaraan yang semakin banyak, membuat jalan menjadi semakin sempit. Waktu pagi saat orang mulai berangkat beraktivitas dan sore hari waktu orang mulai pulang adalah jam nya paling macet. 
Kendaraan yang semakin mudah didapatkan hanya dengan beberapa ratus ribu sudah bisa mendapatkan motor atau hanya dengan beberapa juta sudah dapat mobil sehingga menambah jumlah kendaraan. Apalagi kendaraan yang sudah lama masih saja dipakai dan laku untuk diperjualbelikan.
2. Kurangnya Lahan Parkir
Trotoar yang seharusnya digunakan oleh pejalan kaki dan juga jalanan itu sendiri tidak luput menjadi tempat parkir, hal ini dikarenakan kurangnya tempat parkir. Begitu juga gedung-gedung perkantoran maupun pasar ketika dibangun, melupakan kebutuhan lahan parkir yang semakin hari semakin sempit.
3. Area Pedagang Kurang Tertata
Pedagang seharusnya menjajakan dagangannya di pasar dan di tempat lain yang telah disediakan. Namun beberapa kawasan masih saja menggunakan area jalan sebagai tempat jualan, otomatis jalan menjadi sempit dan memperlambat laju kendaraan dan akhirnya macet.
4. Disiplin Pengendara Kurang
Adanya rambu-rambu lalu lintas tentu untuk membantu para pengendara agar lebih lebih berhati-hati dalam berkendara agar tidak terjadi kecelakaan. Selama ini dengan adanya rambu-rambu lalu lintas, kurang dipatuhi oleh para pengendara. Seperti rambu-rambu dilarang balik arah, tetapi tetap saja banyak kendaraan yang balik arah sehingga terjadi penumpukan kendaraan dibelakangnya yang lama-kelamaan menjadi macet. Atau ketika lampu merah, masih saja berani menerobos. Dan ini seringnya ketika lampu lalu lintas mati, tidak ada yang mau mengalah, saling berebut untuk duluan, akibat nya macet.

0 Response to "Penyebab Macet di Jakarta"

Post a Comment